Senin, 13 Desember 2010

Setiap Detik

Andai kau tahu setiap detikku hanya untukmu. Hanya untuk memilah hatimu. Hanya untuk mengeja setiap hela napasmu. Hanya untuk menilik makna dari setiap untaian gerakmu. Hanya untuk memberi isyarat tentang sebuah kavling hatiku yang telah kuserahkan untukmu. Hanya untuk mengakui bahwa setiap jengkal hati ini tercipta hanya untukmu, sayang.

Andai kau tahu bahwa aku hampir tidak pernah menuntut apapun darimu. Aku tidak pernah menuntut ragamu. Aku tidak pernah menuntut hartamu. Aku tidak pernah menuntut hidupmu. Aku tidak pernah menuntut setiap perilakumu. Aku bahkan sedikit pun tidak pernah menuntut untuk memiliki jiwamu.

Tahukah kau, sayang? Aku ikhlas dengan segala kemungkinan hubungan ini. Aku dengan setegap langkah dan bathinku. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sungguh mencintaimu. Seperti pelangi yang selalu muncul setelah hujan selesai membasahi bumi untuk kemudian membuatnya tersenyum. Cintaku pun seperti itu. Berwarna-warni dan selalu berusaha menyenangkan setiap yang melihatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar