Wahai lelaki, dengarkanlah aku. Dengarkanlah walau sejenak. Wahai lelaki, aku hanya seorang wanita biasa. Wanita yang takkan mampu menerjangmu dengan fisikku yang lemah ini. Akupun tentu tak dapat menyerangmu dengan kata-kata, karena suaraku akan terbenam oleh suaramu. Karena itu, dengarkanlah aku, dengarkanlah aku untuk terakhir kalinya.
Aku bukanlah wanita yang terbaik untukmu. Dan kamu bukanlah lelaki terbaik untukku. Janganlah kau jadikan diriku ini sebagai kelinci percobaanmu, yang kalau berhasil akan kamu sayang, tapi kalau gagal akan kamu buang. Aku bukanlah kelinci yang tidak akan pernah protes kamu percobakan. Aku ini manusia, yang punya perasaan, juga punya logika. Tolong kamu pertimbangkan baik-baik.








