Senin, 13 Desember 2010
Kita Tidak Berbeda
Selama ini aku selalu diam. Melihat semua tingkahmu, aku hanya bisa mengelus dada. Melihat semua perlakuanmu ke aku, aku hanya bisa menghela napas. Kita itu bukan berbeda. Makanya kedua kutub kita saling tolak-menolak dan menjauh. Kita itu bukan berbeda. Makanya akan menghasilkan gaya aksi-reaksi yang seimbang bila bertemu. Kita itu sama. Sama-sama keras. Sama-sama egois. Kamu tahu apa akibatnya jika yang sama itu bertemu? Kita analogikan saja dengan batu. Batu ketemu dengan batu, jadinya pasti hancur bukan? Begitu pula dengan kita. Bila kita sama-sama keras pasti akan hancur semuanya. Tapi, maaf. Aku gak bisa mengalah kali ini. Sudah cukup kau kuras sabarku. Sabarku telah sampai pada batasnya. Sampai pada batas dimana aku tak bisa menahan luapan emosi ini. Sabarku telah tertutup oleh serpihan pecah dari hatiku yang telah kau sakiti. Cukup sudah. I quit!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar