Senin, 13 Desember 2010
Seringai Kegelapan
Seringai-seringai keburukan satu persatu mulai menghantui gelap malamku. Tidak satupun cercah terang dapat menghalaunya. Seluruh seringai yang berkolaborasi dengan gelap terus meracau ke dalam terangku. Menyempurnakan rupanya. Menyedot kebahagiaan terang dan mengacaunya dalam raga. Memakan raga hingga tak tersisa. Aku merapuh. Mataku meredup. Ragaku kehilangan rasanya. Sakitnya menumpuk seperti jerami. Mengusut tak dapat teruntai. Ingin ku mengemas luka dengan sebuah bingkai terkunci. Namun aku tak bisa. Gelap membuat semua terlepas dan menggoresku kembali. Tentunya dengan torehan luka yang jauh lebih dalam. Dan lebih menyakitkan. Sampai-sampai aku tak dapat menahan jeritan kemalangan ini. Jeritan penawar luka. Penagih cinta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar